Pelaksanaan
suatu pendidikan mempunyai fungsi, antara lain: inisiasi, inovasi, dan
konservasi. Inisiasi merupakan fungsi pendidikan untuk memulai suatu
perubahan. Inovasi merupakan wahana untuk mencapai perubahan. Konservasi
berfungsi untuk menjaga nilai-nilai dasar.
Oleh
sebab itu, untuk memperbaiki kehidupan suatu bangsa, harus dimulai
penataan dari segala aspek dalam pendidikan. Salah satu aspek yang
dimaksud adalah manajemen pendidikan.
Tujuan
dari pendidikan yang diharapkan adalah menciptakan out come pendidikan
yang berkualitas sesuai dengan harapan dari berbagai pihak. Dalam hal
ini, manajemen pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting.
Manajemen yang bagus (good management) dalam dunia pendidikan
di Indonesia sangat diharapkan oleh seluruh warga Indonesia. Manajemen
pendidikan yang bagus dapat diciptakan dan dapat dilaksanakan oleh
manajer pendidikan yang berkualitas. Manajer dalam dunia pendidikan
salah satunya adalah guru. Tugas guru selain mengajar, juga menjadi
seorang manajer pendidikan. Seorang guru harus dapat merencanakan
manajemen yang baik. Manajer pendidikan yang bagus adalah seseorang yang
mau merencanakan manajemen pendidikan dimasa yang akan datang.
Kenyataan
yang ada sekarang adalah masih buruknya manajemen pendidikan yang ada.
Buruknya manajemen pendidikan disebabkan oleh berbagai faktor. Para
manajer pendidikan tidak mau merencanakan manajemen dimasa yang akan
datang. Para manajer pendidikan hanya masih berorientasi pada acuan
manajemen lama. Masih jarang sekali yang ingin merencanakan sesuatu yang
baru. Hal ini dikarenakan para manajer pendidikan tidak mau mengambil
resiko pada dirinya dan pada pendidikan. Dengan adanya pandangan yang
selalu kebelakang maka manajemen tidak akan maju, tapi malah mengalami
kemunduran. Fakta menunjukan bahwa dulu Negara Malaysia banyak yang
belajar di Indonesia, tapi sekarang kenyataannya pendidikan di Indonesia
sudah tertinggal dari Negara Malaysia. Salah satu faktor utamanya
adalah manajemen yang kurang siap menghadapi masa depan. Pada kesempatan
ini, penulis akan memaparkan suatumanajemen pendidikan dimasa depan,
guna mendapatkan hasil pendidikan yang diharapkan.
Manajemen
pendidikan merupakan suatu proses yang merupakan daur (siklus)
penyelenggaraan pendidikan yang dimulai dari perencanaan, diikuti oleh
pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian
tentang usaha sekolah untuk mencapai tujuannya (Suryosubroto, 2004: 27).
Selain itu manajemen pendidikan juga didefinisikan sebagai suatu
kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha
kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan,
untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar
efektif dan efisien (Suharsimi Arikunto & Lia Yuliana, 2008: 14).
Dari dua pandangan tentang manajemen pendidikan, dapat disimpulkan bahwa
manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan
yang merupakan daur (siklus) penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan
efisien.
Masa
depan merupakan zaman yang akan datang atau belum terjadi
(Poerwadarminta, 1984: 634). Masa depan pendidikan perlu diperhatikan
oleh para pendidik. Dimasa yang akan datang, telah terpampang cita-cita
dan harapan dari suatu pendidikan. Cita-cita dan harapan pendidikan
dapat terwujud jika sudah ada gambaran yang ada dimasa yang akan datang.
Dari
pengertian-pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen
pendidikan dimasa depan merupakan manajemen pendidikan yang dirancang
atau disusun untuk menghadapi tantangan masa depan. Manajemen pendidikan
mempunyai fungsi yang harus dipahami oleh para manajer pendidikan masa
depan. Fungsi tersebut antara lain: perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengkoordinasian. Perencanaan pendidikan merupakan suatu
proses mempersiapkan serangkaian keputusan untuk mengambil tindakan
pendidikan dimasa depan yang diarahkan kepada tercapainya tujuan-tujuan
dengan sarana yang optimal. Pengorganisasian pendidikan merupakan usaha
bersama oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan sebelumnya, dengan mendayagunakan sumber-sumber yang
ada agar dicapai hasil yang efektif dan efisien. Pengarahan pendidikan
merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan pendidikan untuk
memberikan penjelasan pendidikan, serta bimbingan kepada para
orang-orang yang ada dibawahnya sebelum dan selama melaksanakan tugas.
Pengkoordinasian dalam pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan
pimpinan untuk mengatur, menyatukan, menserasikan, mengintegrasikan
semua kegiatan yang dilakukan bawahannya dalam dunia pendidikan.
Yang
harus direncanakan pada penyusunan manajemen pendidikan adalah hasil
yang ingin dicapai dari pendidikan dan bagaimana kegiatan pendidikan
tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya halangan suatu
apapun.
Alasan Penyusunan Manajemen Pendidikan Masa depan?
Manajemen
pendidikan disusun untuk menghadapi tantangan pendidikan dimasa depan.
Dalam hal ini manager pendidikan atau gurulah yang mendapatkan tantangan
tersebut. Tantangan guru dimasa depan bangsa, antara lain untuk
menghadapi: era globalisasi, era informasi, era IPTEK, dan era perubahan
cepat.
Guru
sebagai manajer pendidikan harus selalu siap menghadapi tantangan
tersebut. Salah satunya adalah dengan menyusun serta merencanakan
manajemen dimasa depan. Hal ini perlu dilakukan guna meningkatkan mutu
pendidikan yang ada.
Pemimpin Masa Depan !!!
Pemimpin
masa depan adalah pemimpin yang siap menghadapi tantangan pendidikan
dimasa depan. Yang menjadi pemimpin masa depan adalah diri kita sendiri.
Kita harus siap menjadi seorang pemimpin dimasa depan.
Setiap
orang berkompetensi untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk menjadi
seorang pemimpin harus mempunyai bekal yang banyak. Bekal tersebut
berupa cara membuat manajemen yang bagus, mempunyai jiwa kepemimpinan,
wawasan yang luas, serta mempunyai hubungan sosial yang baik.
Pelaksanaan Manajemen Pendidikan Masa depan
Pelaksanaan
manajemen pendidikan harus dimulai dari sekarang. Istilah penundaan
pelaksanaan haruslah dihilangkan. Kita sebagai calon pemimpin masa depan
harus melaksanakan manajemen pendidikan dimasa depan dari sedini
mungkin.
Tempat Pelaksanaan Manajemen Pendidikan
Tempat
pelaksanaan manajemen pendidikan dimasa depan adalah ditempat yang kita
pijak saat ini. Kita bekerja di instansi pendidikan yaitu di sekolah
dasar. Kita harus melaksanakan pendidikan tersebut dimana kita mengajar.
Cara Menyusun Manajemen Pendidikan Dimasa Depan
Penyusunan
manajemen pendidikan di masa depan harus memperhatikan: 1) intake, 2)
proses, 3) instrumental input, 4) environmental input, 5) out put, 6)
out come. Intake dalam hal ini adalah siswa atau peserta didik. Intake
dapat dilihat sejak adanya kegiatan penerimaan murid baru. Pengadaan
murid baru dilaksanakan dengan seleksi murid. Seleksi murid tidak
berdasarkan martabat serta status ekonomi siswa, tetapi berdasarkan
criteria umur. Dalam hal ini, juga harus menetapkan kapasitas atau
jumlah calon yang diterima. Pengumuman hasil seleksi dibuat sedemikian
rupa sehingga bisa diketahui oleh masyarakat luas.
Karakteristik
dari intake harus diperhatikan. Intake yang ada diselidiki keadaannya,
baik dari segi ekonomi keluarga, rata-rata pendidikan di keluarga, gaya
hidup keuarga, serta persepsi keluarga terhadap pendidikan. Hal ini
perlu dilaksanakan agar supaya intake dapat diproses dengan mudah.
Suatu
proses pendidikan dipengaruhi oleh dua factor, yaitu factor
instrumental input dan factor environmental input. Factor instrumental
input mencakup beberapa unsur penting, diantaranya adalah peserta didik,
pendidik, kurikulum, manajemen, sarana dan prasarana, serta stake
holder atau komponen pendukung. Unsur peserta didik harus disusun
manajemennya dengan sebaik mungkin. Peserta didik dimanage sesuai dengan
taksonemi perkembangan anak, yang mencakup: ranah kognitif, afektif,
dan psikomotor.
Kurikulum
merupakan suatu program pendidikan. Didalam kurikulum terdapat
organisasi kurikulum. Organisasi kurikuum merupakan pola atau bentuk
penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan pada murid-muridnya.
Kurikulum di Indonesia sebenarnya sudah bagus, baik segi materi, serta
tujuan yang ingin dicapai. Hanya saja pelaksana dari kurikulum yang
masih belum bisa menanggapinya dengan baik. Sebagai calon pemimpinan
masa depan, sebaiknya kita dapat melaksanakan kurikulum yang ada dengan
bagus dan syukur dengan menambahkan apa yang masih kurang pada
kurikulum, dan membuang unsur yang sia-sia atau muspro.
Pendidik
merupakan faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu proses
pendidikan. Memanage pendidik bukanlah hal yang mudah. Hal ini
diakibatkan setiap pribadi mempunyai perbedaan. Memanage pendidikan
dimulai dari diri sendiri. Hal-hal yang belum dilaksanakan dalam
pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidik dengan membuang hal-hal
yang masih dianggap sia-sia.
Sarana
dan prasarana serta komponen pendukung harus diperhatikan dengan jeli.
Sarana dan prasarana yang belum ada dilengkapi dengan meminta bantan
baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat sekitar.
Faktor
environmental input pendidikan merupakan faktor yang mempengaruhi
proses pendidikan. Faktor environmental merupakan faktor yang berasal
dari luar. Faktor itu berupa lingkungan rumah siswa maupun lingkungan
sekolah siswa.
Proses
pendidikan yang dipengaruhi oleh instrumental input dan environmental
input yang bagus akan mempengaruhi output dari pendidikan. Dari output
tersebut akan mempengaruhi outcome. Sebagai seorang manajer pendidikan
dimasa depan kita harus memperhatikan hal-hal tersebut.


21 komentar:
tirma kasih,,bang
sangat membantu
kamu sangat cerdas
kamu sangat berbakat
dan aku menyukai itu
imuttttt
:)
nice
wowwwwwwwwwwww
Keren
Keren
sangat bermanfaat
semoga dapat nilai bagus UASnya..
ammiinn...
Keren banggg
makasih guys
Sangat bermanfaat
nice
Nice
Ilmunya sangat bermanfaat, ThankYou..
good
Mantap. Lanjutkan
nice artikel kak
Posting Komentar